Kecamatan Pulokulon, Pemberian masker kepada warga masyarakat yang beraktifitas diluar rumah bertujuan mencegah penularan virus Covid-19 yang ditransmisikan antar manusia melaui droplet dan bisa melalui udara, oleh karena itu di masa pademi Covid - 19 ini diwajibkan untuk warga masyarakat semua harus menggunakan masker demi kesehatan kita bersama dan
Juga melalukan penyemprotan cairan Disinfektan di halaman kantor Kecamatan Pulokulon bertujuan untuk mensterilisasi atau mempersempit penyebaran virus Covid -19.
Kecamatan Pulokulon memiliki relief daerah pegunungan kapur dan perbukitan serta berada pada ketinggian ± 45 meter di atas permukaan air laut dengan kelerengan mencapai 15° Dilihat dari Peta Kabupaten Grobogan, Kecamatan Pulokulon teletak di sebelah timur kota Purwodadi dan merupakan kecamatan yang memiliki obyek wisata Sendang Coyo. Yang terletak di Desa Mlowokarangtalun di kawasan lahan Perhutani. Adapun Sumber mata air di Sendang Coyo adalah merupakan satu-satunya sumber mata air yang sangat membantu warga masyarakat Kecamatan Pulokulon, bahkan pemanfaatannya juga dapat dirasakan sebagian warga masyarakat Kecamatan Kradenan, terutama pada musim kemarau. Pemanfaatan Sumber mata air Sendang Coyo saat ini dikelola oleh PDAM Kecamatan Pulokulon.
Adapun potensi di wilayah Kecamatan Pulokulon ini meliputi Pertanian (padi, palawija), dan Peternakan (sapi).
SEJARAH SINGKAT NAMA KECAMATAN PULOKULON :
Pulokulon berarti “Desa Bagian Barat”. Pada jaman dulu terdapat 3 (tiga) Desa yaitu Pulokulon, Jetaksari dan Panunggalan. Wilayah Pulokulon terletak di lereng ketinggian, Jetaksari merupakan tanah datar, sementara Panunggalan merupakan gabungan dari beberapa dusun yang terletak di daerah Kedung.
Kemudian pada suatu saat disepakati perlunya dibentuk sebuah kecamatan, dan karena Desa Pulokulon terletak di ketinggian maka disepakati menjadi ibu kota Kecamatan. Pada masa penjajahan Belanda untuk mengecoh pihak Belanda, maka ibukota Kecamatan Pulokulon dipindah ke Desa Panunggalan dengan nama tetap yaitu Kecamatan Pulokulon.
Kecamatan Pulokulon sebagaimana kecamatan lain terbentuk bersama-sama dengan terbentuknya Kabupaten Grobogan yaitu berdasarkan UU No. 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di lingkungan Propinsi Jawa Tengah.
LETAK GEOGRAFIS
Dilihat dari Peta Kabupaten Grobogan, Kecamatan Pulokulon terletak diantara dua pegunungan Kendeng yang membujur dari arah barat ke timur. Letak geografisnya antara 110°15’ BT –111°25’ BT dan 7° LS –7° 30’ LS. Yang berbatasan dengan :
Sebelah Barat : Kecamatan Toroh dan Kecamatan Purwodadi;
Sebelah Utara : Kecamatan Tawangharjo;
Sebelah Timur : Kecamatan Kradenan dan
Sebelah Selatan : Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen.
LUAS WILAYAH
Secara administratif Kecamatan Pulokulon terdiri dari 13 ( tiga belas ) Desa, dengan letak Kantor Kecamatan berada di Desa Panunggalan. Berdasarkan Evaluasi Penggunaan Tanah ( EPT ) Tahun 1983 Kecamatan Pulokulon mempunyai luas 13.365 Hektar. Jarak dari Utara ke Selatan ± 13 Km dan jarak dari Barat ke Timur ± 9 Km.
LAHAN PERTANIAN, TANAH KERING DLL.
Dari hasil laporan Desa terakhir diperoleh data mengenai lahan keadaan terakhir tahun 2016 untuk Kecamatan Pulokulon seluruhnya seluas 11.672,08 Ha yang terdiri dari :
Lahan Sawah : 5.675,49 Ha
Lahan Tanah Kering : 7.689,32 Ha
Dilihat dari kondisi pengairan yang ada, pada kenyataannya pada musim kemarau sistem pengairan lahan pertanian yang ada tidak dapat berfungsi secara maksimal. Dari lahan pertanian sawah seluas 5.675,49 Ha dapat digolongkan ke dalam :
Irigasi : 0,80 Ha
Tadah Hujan : 5.674,69 Ha
Dan lahan tanah kering seluas 7.689,32 Ha tersebut terdiri dari :
Tegalan/Kebun : 1.393,30 Ha
Pekarangan : 2.170,56 Ha
Hutan Negara : 3.596,60 Ha
Kolam/Tambak : 6,18 Ha
Lainnya : 522,69 Ha
KONDISI DEMOGRAFIS
Kecamatan Pulokulon yang memiliki Luas Wilayah 13.365 Ha tersebut terbagi dalam 13 ( tiga belas Desa yang terdiri dari 115 Dusun, 126 Rukun Warga ( RW ) dan 672 Rukun Tetangga ( RT ).
Adapun jumlah penduduk secara keseluruhan berdasarkan sumber data agregat kependudukan Kabupaten Grobogan Semseter I tahun 2019, untuk Kecamatan Pulokulon sejumlah 110.513 Jiwa, yang terdiri dari Laki-laki 55.810 jiwa dan Perempuan 54.703 jiwa.
Adapun jumlah penduduk per Desa adalah sbb. :
No
Desa
Jumlah Penduduk
Jumlah
Keterangan
Laki-laki
Perempuan
1
2
3
4
5
6
1
Randurejo
3.095
2.958
6.053
2
Mlowokaranglaun
2.982
2.991
5.973
3
Pojok
4.215
4.048
8.263
4
Jatiharjo
4.178
4.048
8.226
5
Sidorejo
4.948
4.892
9.840
6
Tuko
5.608
5.586
11.194
7
Panunggalan
5.316
5.340
10.656
8
Mangunrejo
3.405
3.370
6.775
9
Jetaksari
3.149
3.109
6.258
10
Pulokulon
5.606
5.446
11.072
11
Jambon
4.204
4.047
8.251
12
Karangharjo
4.743
4.244
8.605
13
Sembungharjo
4.743
4.604
9.347
Jumlah
55.810
54.703
110.513
Sumber data : Agregat Kependudukan Dispendukcapil Kab. Grobogan ( I/2019)
Jumlah Penduduk berdasarkan Kelompok Umur :
No
Kelompok Umur
( th )
Jenis Kelamin
Jumlah
Keterangan
Laki-laki
Perempuan
1
2
3
4
5
6
1
0 – 4
4.097
3.892
7.989
2
5 – 9
4.221
4.119
8.340
3
10 – 14
4.427
4.099
8.526
4
15 – 19
4.570
4.252
8.822
5
20 – 24
4.584
4.361
8.945
6
25 – 29
4.638
4.087
8.725
7
30 – 34
4.153
4.068
8.221
8
35 – 39
4.138
4.073
8.211
9
40 – 44
3.816
3.729
7.545
10
45 – 49
3.636
3.670
7.306
11
50 – 54
3.593
4.085
7.678
12
55 – 59
3.437
3.415
6.852
13
60 – 64
2.368
2.313
4.681
14
65 – 69
1.853
1.718
3.571
15
70 – 74
1.040
1.197
2.237
16
75 +
1.239
1.625
2.864
Jumlah
55.810
54.703
110.513
t Sumber data : Agregat Kependudukan Dispendukcapil Kab. Grobogan ( I/2019)
Setelah melangsungkan penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Stadion Krida Bhakti, Presiden Joko Widodo melanjutkan satu agenda lagi saat berkunjung ke Grobogan, Sabtu (15/9/2018).